Kamis, 17 Juli 2025

WINA PIOLA, S.Pd_JURNAL FILOSOFI PENDIDIKAN DAN PENDIDIKAN NILAI

 


JURNAL PEMBELAJARAN MODUL 3

FILOSOFI PENDIDIKAN DAN PENDIDIKAN NILAI

 

 “FILSAFAT PANCASILA DAN PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA

SEBAGAI LANDASAN PENDIDIKAN NASIONAL”

 



 

Disusun Oleh

NAMA                               : WINA PIOLA, S.Pd

NO. UKG                          : 201698442217

NPM                                  : 2590314950766

BIDANG STUDI           : ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)

 

 

BIDANG STUDI PPG GURU TERTENTU PILOTING 1

UNIVERSITAS NEGERI MAKASAR

TAHUN 2025

 

A.    Pancasila Sebagai Landasan Filosofi Pendidikan Nasional

             Bangsa Indonesia memiliki Pancasila sebagai falsafah negara dan ideologi bangsa. Sudah selayaknya Pancasila patut menjadi semangat dalam berkarya pada segala bidang, termasuk di bidang pendidikan.


B.    Filsafat Pendidikan Nasional

             Filsafat pendidikan adalah upaya yang serius untuk mencari jawaban yang hakiki terhadap pertanyaan-pertanyaan mendasar di sekitar pendidikan seperti apa makna pendidikan , mengapa, kemana dan bagaimana pendidikan di selenggarakan. Jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut harus dirumuskan berdasarkan nilai-nilai yang di pegangteguh oleh bangsa Indonesia, dalam hal ini tentunya nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, keberagaman, kebhinekaan, keadilan yang terangkum dalam ideologi pancasila.

 

C.     Tujuan Pendidikan Nasional Sesuai Dengan Sila-sila Dalam Pancasila

1.     Pendidikan harus mampu mengutamakan hal-hal yang dapat memperkuat nilai-nilai keimanan bagi peserta didik agar selalu takwa dan beriman sesuai dengan kepercayaan masing-masing.

2.     Pendidikan harus mampu membentuk peserta didik agar dapat memahami dan menghargai hak dan kewajiban diri sendiri dan orang lain sehingga mampu untuk memberikan perlakuan yang beradab sebagaimana layaknya manusia.

3.     Pendidikan harus mampu untuk menjadikan peserta didik untuk dapat menerima dan menghargai keragaman sebagai bagian dari corak dan kekayaan bangsa, untuk melanjutkan menjalin persatuan dan keberagaman.

4.     Pendidikan harus mampu untuk menjadikan setiap orang lebih demokratis, aktif dan kritis di dalam memberikan solusi pada setiap masalah yang sedang terjadi di Indonesia.

5.     Pendidikan harus mampu menciptakan peserta didik yang dapat memberikan keadilan sosial bagi lingkungan yang ditempatinya.

 

D.    Pendidikan Nasional Sesuai Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

             Menurut Ki Hadjar Dewantara pendidikan yang mengena kepada bangsa Timur adalah pendidikan yang humanis, kerakyatan, dan kebangsaan. Tiga hal inilah dasar jiwa KHD untuk mendidik bangsa dan mengarahkannya kepada politik pembebasan atau kemerdekaan. Pengalaman yang diperoleh dalam mendalami pendidikan yang humanis ini dengan menggabungkan model sekolah Maria Montessori (Italia) dan Rabindranath Tagore (India). Menurut KHD dua sistem pendidikan yang dilakukan dua tokoh pendidik ini sangat cocok untuk sistem pendidikan bumiputra. Lalu dari mengadaptasi dua sistim pendidikan itu KHD menemukan istilah yang harus dipatuhi dan menjadi karakter, yaitu Patrap Guru, atau tingkah laku guru yang menjadi panutan murid-murid dan masyarakat (Ki Hadjar Dewantara, 1952: 107-115).

             Perilaku guru dalam mendidik murid atau anak bangsa menjadi pegangan dan modal utama sehingga KHD menciptakan istilah yang kemudian sangat terkenal, yaitu :

·       Ing ngarsa sung tulada (di muka memberi contoh).

·       Ing madya mangun karsa (di tengah membangun cita-cita).

·       Tut wuri handayani (mengikuti dan mendukungnya).

 

             Pemahaman akan pokok pikiran Ki Hadjar Dewantara bahwa upaya pendidikan harus sesuai dengan kodrat keadaan yaitu kodrat alam dan kodrat zaman. Mendidik sesuai kodrat alam dan kodrat zaman menjadikan pendidikan selalu bersifat kontekstual, tidak saja menyesuaikan peserta didik, namun juga latar belakang sosial budaya dan perkembangan zaman. Pokok pikiran Ki Hadjar Dewantara ini sejalan dengan apa yang disampaikan Ali Bin Abu Thalib: “Didiklah anak sesuai dengan zamannya karena mereka hidup pada zamannya bukan pada zamanmu”. Dalam hal ini konsep pendidikan yang diusung oleh Ki Hadjar Dewantara adalah pendidikan yang berpihak pada anak.

 

 

 

 

E.     Aksi Nyata - Filsafat Pancasila dan Pemikiran Ki Hajar Dewantara sebagai Landasan Pendidikan Nasional

1.     Bagaimana rancangan pembelajaran yang Bapak/Ibu susun secara konkret mewujudkan prinsip pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menurut Ki Hadjar Dewantara? Jelaskan langkah-langkah spesifik yang Bapak/Ibu ambil.

           Rancangan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, menurut Ki Hadjar Dewantara, menekankan pada “Menuntun” Peserta didik sesuai dengan “Kodrat Alam dan Kodrat Zaman”, serta memerdekakan merekan untuk belajar. Langkah konretnya melibatkan pembelajaran yang aktif, efektif dan berpusat pada pengalaman serta minat peserta didik serta guru sebagai fasilitator.

 

Langkah-langkah spesifik yang saya ambil :

1.   Asesmen Diagnostik awal

Untuk mengetahui gaya belajar peserta didik, latar belakang sosial, dan kebutuhan khusus peserta didik.

 

2.     Orientasi dan motivasi

-        Menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan kondusif.

-        Mengawali pembelajaran dengan cerita atau gambar diri peserta didik agar mereka merasa terhubung dengan materi.

-        Mengaitkan materi pembelajaran dengan pengalaman sehari-hari peserta didik.

-        Menjelaskan tujuan pembelajaran dan manfaatnya bagi peserta didik.

 

3.     Eksplorasi dan pengembangan

-        Memberikan pertanyaan pemantik untuk merangsang pemikiran kritis peserta didik.

-        Memfasilitasi peserta didik dalam kegiatan diskusi kelompok.

-        Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan penelitian sederhana atau proyek.

-        Mendorong peserta didik untuk mengeksplorasi berbagai sumber belajar.

 

4.     Refleksi dan evaluasi

-        Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk merefleksikan proses pembelajaran yang telah mereka lalui.

-        Memberikan umpan balik yang konstruktif kepada peserta didik.

-        Menggunakan berbagai teknik asesmen yang relevan dengan materi pembelajaran

Nama

Satuan Pendidikan

Kelas

Mata Pelajaran

Materi Pokok

Model dan Strategi Pembelajaran

 

Pendekatan

Fase

Alokasi Waktu

:

:

:

:

:

:

:

:

:

:

Wina Piola, S.Pd

SDN 18 BOLANGITANG BARAT

III (Tiga)

Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

Lingkungan Hidup

Pembelajaran Berdiferensiasi,

Kolaborasi dan Problem-Based Learning

Kontekstual

B

2 x 35 menit (1 Pertemuan)

Capaian Pembelajaran

 

 

*     Peserta didik dapat mendeskripsikan benda-benda di lingkungan sekitar sebagai bagian dari lingkungan alami dan buatan.

*     Peserta didik dapat mendeskripsikan kondisi lingkungan rumah dan sekolah dalam bentuk gambar atau denah sederhana.

*     Peserta didik dapat membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat, mencerminkan perilaku hidup sehat dan ikut serta menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekolah.

 

Tujuan Pembelajaran

 

 

*     Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai jenis ekosistem dan komponen lingkungan sekitar sekolah dan rumah.

*     Peserta didik mampu memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan.

*     Peserta didik mampu melakukan aksi nyata untuk menjaga dan melestarikan lingkungan.

*     Peserta didik mampu mengembangkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

 

 

Kegiatan Pembelajaran

 

 

1.     Pendahuluan (10 Menit)

 

 

Ø  Guru mengucapkan salam dan menanyakan kabar.

Ø  Guru mengajak peserta didik untuk berdo'a dan dipimpin salah satu peserta didik.

Ø  Guru mengajak peserta didik menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Ø  Guru mengecek kehadiran peserta didik

Ø  Guru mengajak peserta didik untuk melakukan ice breaking.

Ø  Guru memberika apersepsi dengan mengingatkan kembali materi sebelumnya.

Ø  Guru memberikan pertanyaan pemantik tentang hubungan alam dan manusia. Seperti : “Untuk menciptakan lingkungan yang asri dan sehat, hal positif apa yang dapat kita lakukan?”

Ø  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

 

 

 

2.     Kegiatan Inti (50 Menit)

 

 

Ø  Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok kecil.

Ø  Guru menampilkan media pembelajaran berupa gambar atau video tentang pencemaran lingkungan. Sesuai dengan lingkungan sekitar peserta didik.

Ø  Peserta didik mengamati gambar dan video yang ditayangkan oleh guru.

Ø  Peserta didik mendiskusikan hasil pembelajaran yang di tampilkan lewat media gambar dan video.

Ø  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.

Ø  Guru memfasilitasi prensentasi sebagai moderator.

Ø  Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bereksplorasi sesuai dengan keinginan masing-masing peserta didik.

Ø  Peserta didik memberikan umpan balik terkait cara melestarikan lingkungan hidup.

Ø  Guru memberikan penguatan kepada setiap kelompok presentasi, seperti penjelasan yang menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab peserta didik terhadap lingkungan.

 

 

 

3.     Penutup (10 Menit)

 

 

Ø  Dengan bimbingan guru, peserta didik membuat refleksi tentang materi yang telah di pelajari.

Ø  Dengan bimbingan guru, peserta didik membuat kesimpulan dengan mengaitkan materi pembelajaran kedalam pengalaman kehidupan sehari-hari.

Ø  Guru memberikan motivasi, menegaskan kembali tentang pentingnya peduli lingkungan dan cara melestarikan lingkungan.

Ø  Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengajak peserta didik untuk berdo'a yang dipimpin oleh salah satu peserta didik, dan memberikan salam.

 

2.     Pokok-pokok pikiran Ki Hadjar Dewantara mana saja yang secara eksplisit Bapak/Ibu terapkan dalam rancangan pembelajaran ini? Berikan contoh bagaimana penerapan tersebut terlihat dalam kegiatan pembelajaran

Pokok-pokok pikiran Ki Hadjar Dewantara yang saya terapkan dalam rancangan pembelejaran yaitu:

a.      Pendidikan Budi Pekerti

Contoh penerapan dalam kegiatan pembelajaran :

Dalam diskusi kelompok guru membantu peserta didik agar berperilaku baik saat diskusi, menghargai sesama, bertutur kata yang sopan, santun dan lembut, berpenampilan rapi dan sopan, serta menunjukkan perbuatan yang bertanggung jawab.

 

b.     Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri Handayani

Contoh penerapan dalam kegiatan pembelajaran :

-        Guru membimbing siswa agar berperilaku baik, menjadi contoh teladan dan menjadi panutan (Ing Ngarso Sung Tulodo).

-        Guru dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendorong siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran (Ing Madya Mangun Karsa).

-        Guru memberikan dukungan dan motivasi, agar peserta didik dapat mengembangkan potensi diri (Tut Wuri Handayani).

 

c.      Pendidikan Sesuai Kodrat Keadaan

Contoh penerapan dalam kegiatan pembelajaran :

-        Guru menyesuaikan materi pendidikan dan strategi belajar dengan lingkungan tempat siswa tumbuh dan berkembang termasuk lingkungan sosial budaya.

-        Guru membekali peserta didik dengan keterampilan berfikir kritis, aktif, kreatif, komunikasi, kolaborasi yang relevan dengan tuntutan zaman.

-        Guru dapan memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran yang berbasis digital.

 

d.     Asas Trikon

Contoh penerapan dalam kegiatan pembelajaran :

1.     Kontinyu

Guru melakukan pembelajaran yang saling berkaitan antara satu topik ke topik yang lain, memastikan siswa memahami konsep secara bertahap dan mendalam.

2.     Konvergen

Guru menggabungkan berbagai sumber belajar, baik dari buku, internet, pengalaman pribadi maupun narasumber dari luar. Siswa di ajak untuk melihat keterkaitan antara berbagai sumber tersebut dan mengambil manfaat dari berbagai perspektif.

 

3.     Konsentris

Guru mengaitkan materi atau topik pembelajaran dengan budaya lokal dan nilai-nilai luhur bangsa. Siswa diajak untuk menggali kearifan lokal dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

e.      Pendidkan Secara Kontekstual

Contoh penerapan dalam kegiatan pembelajaran :

Guru mengaitkan materi pembelajaran dengan lingkungan, tempat tinggal dan kehidupan nyata peserta didik.

 

3.     Strategi atau metode pembelajaran apa yang Bapak/Ibu pilih untuk mengakomodasi keberagaman kebutuhan dan karakteristik peserta didik dalam rancangan ini? Mengapa Bapak/Ibu memilih strategi tersebut?

Strategi atau metode pembelajaran yang saya ambil untuk mengakomodasi keberagaman kebutuhan, karakteristik peserta didik yaitu :

Ø  Metode pembelajaran berdiferensiasi

Ø  Kolaborasi

Ø  Pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning)

Alasan saya memilih kedua strategi tersebut, karena saya merasa dapat memberi ruang bagi setiap peserta didik untuk berpartisipasi aktif sesuai dengan gaya belajarnya. Mendorong kolaborasi dalam kerja kelompok yang heterogen secara kemampuan, latar belakang dan minat masinga-masing. Memudahkan pembelajaran secara inklusif, terutama bagi peserta didik yang berkebutuhan khusus atau tantangan belajar lainnya.

 

F.     Refleksi

1.     Setelah menyusun rancangan pembelajaran ini, pemahaman baru apa yang Bapak/Ibu dapatkan mengenai konsep pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan relevansinya dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara?

Pemahaman yang saya dapatkan setelah menyusun rancangan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, sangat penting bagi seorang guru untuk mengetahui terlebih dahulu terkait sifat dan lingkungan pesera didik berada. Dengan begitu peserta didik dapat berkembang dangan karakter sesuai dengan lingkugan yang ada disekitarnya.

Dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara sebagai landasan guru untuk menyusun rancangan pembelajaran menyadarkan bahwa pembelajaran harus relevan dengan kehidupan nyata peserta didik dan memberikan ruang bagi peserta didik untuk bereksplorasi, berfikir kritis dan mengembangkan potensi diri.

 

2.     Tantangan apa saja yang Bapak/Ibu hadapi saat menyusun rancangan pembelajaran ini? Bagaimana Bapak/Ibu mengatasi tantangan tersebut?

Tantangan yang saya hadapi dalam menyusun rancangan pembelajaran adalah menyesuaikan materi pembelejaran dengan metode pembelajaran bagaimana agar lebih menarik, menyenangkan dan mudah dipahami oleh siswa SD serta menjaga fokus dan antusias peserta didik selama proses pembelajaran.

Cara saya mengatasi tantangan tersebut yaitu dengan mebuat gambar dan video yang menarik agar tidak membosanka, serta melakukan diskusi kelompok yang interaktif, agar peserta didik aktif dan termotifasi.

 

3.     Bagaimana rancangan pembelajaran yang Bapak/Ibu susun ini dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran di kelas Bapak/Ibu

Rancangan pembelajaran yang di susun dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas peserta didik dilakukan dengan perencanaan yang matang, menentukan metode pembelajaran yang sesuai dengan minat peserta didik, memanffatkan media pembelajaran yang inovatif serta melakukan evaluasi yang berkelanjutan.

Agar peserta didik lebih aktif dan termotifasi maka pendidik harus bisa menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, efektif, menarik dan menyenangkan.

 

 

G.    Dokumentasi

 

§  Umpan Balik Rekan Sejawat

 

 

 

 

 

 

 

Ibu Fatmin Van Gobel, S.Pd

Selaku kepala sekolah

Saya menghimbau bahwa aksi nyata yang ibu buat, memang sangat perlu dilakukan dalam proses pembelajaran. Karena dengan kita menerapkan pembelajaran sesuai dengan kodrat alam dan kodrad zaman maka peserta didik akan lebih tertarik belajar mengenal lingkungan di sekitar mereka, sehingga mereka tidak akan bisa melupakan atau meninggalkan budaya sosial dan adat istiadat mereka sendiri.

 

Ibu Farhain Tonote, S.Pd.I

Menurut saya pendidikan nasional yang sesuai dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara memang perlu di terapkan di setiap mata pelajaran. Kerena pembelajaran sesuai dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara memiliki ketertarikan tersendiri bagi peserta didik. Contohnya dalam pelajaran seni kita bisa menerapkan budaya seni yang ada dilingkungan tempat mereka tinggal.

 

Ibu Yuliana Pontoh, S.Pd

Menurut saya memang semestinya menerapkan pembelajaran yang berfokus pada peserta didik. Sehingga kita sebagai pendidik lebih memperhatikan keinginan dan minat belajr masing-masing peserta didik.

§  Umpan Balik Peserta Didik

 

 

 

Bilal Van Gobel : Saya senang belajar pembelajaran yang di lakukan diluar kelas. Seperti pada pembelajan yang biasa di istilahkan dengan jumat bersih dan jumat sedekah.

 

Raka Van Gobel : Saya senang belajar sambil mempraktekaannya. Contohnya pada pembelajaran IPAS. Seperti menjaga kebersihan dan memanfaatkan sampah plastik. Karena dengan belajar sambil bermain membuat saya sangat tertarik dan mengulang hal tersebut di rumah.

 

Dokumentasi