LAPORAN PRAKTIKUM ASIDI - ALKALIMETRI
Sabtu, 26 Juli 2025
Kamis, 17 Juli 2025
WINA PIOLA, S.Pd_JURNAL FILOSOFI PENDIDIKAN DAN PENDIDIKAN NILAI
JURNAL
PEMBELAJARAN MODUL 3
FILOSOFI
PENDIDIKAN DAN PENDIDIKAN NILAI
“FILSAFAT PANCASILA DAN PEMIKIRAN KI HADJAR
DEWANTARA
SEBAGAI
LANDASAN PENDIDIKAN NASIONAL”
Disusun Oleh
NAMA :
WINA PIOLA, S.Pd
NO. UKG :
201698442217
NPM :
2590314950766
BIDANG STUDI : ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)
BIDANG STUDI PPG GURU
TERTENTU PILOTING 1
UNIVERSITAS NEGERI MAKASAR
TAHUN 2025
A.
Pancasila Sebagai Landasan Filosofi
Pendidikan Nasional
Bangsa Indonesia memiliki Pancasila sebagai falsafah negara dan ideologi bangsa. Sudah selayaknya Pancasila patut menjadi semangat dalam berkarya pada segala bidang, termasuk di bidang pendidikan.
B.
Filsafat Pendidikan Nasional
Filsafat
pendidikan adalah upaya yang serius untuk mencari jawaban yang hakiki terhadap
pertanyaan-pertanyaan mendasar di sekitar pendidikan seperti apa makna
pendidikan , mengapa, kemana dan bagaimana pendidikan di selenggarakan. Jawaban
pertanyaan-pertanyaan tersebut harus dirumuskan berdasarkan nilai-nilai yang di
pegangteguh oleh bangsa Indonesia, dalam hal ini tentunya nilai-nilai
ketuhanan, kemanusiaan, keberagaman, kebhinekaan, keadilan yang terangkum dalam
ideologi pancasila.
C.
Tujuan Pendidikan Nasional Sesuai Dengan
Sila-sila Dalam Pancasila
1.
Pendidikan harus mampu
mengutamakan hal-hal yang dapat memperkuat nilai-nilai keimanan bagi peserta
didik agar selalu takwa dan beriman sesuai dengan kepercayaan masing-masing.
2.
Pendidikan harus mampu
membentuk peserta didik agar dapat memahami dan menghargai hak dan kewajiban
diri sendiri dan orang lain sehingga mampu untuk memberikan perlakuan yang
beradab sebagaimana layaknya manusia.
3.
Pendidikan harus mampu
untuk menjadikan peserta didik untuk dapat menerima dan menghargai keragaman
sebagai bagian dari corak dan kekayaan bangsa, untuk melanjutkan menjalin
persatuan dan keberagaman.
4.
Pendidikan harus mampu
untuk menjadikan setiap orang lebih demokratis, aktif dan kritis di dalam
memberikan solusi pada setiap masalah yang sedang terjadi di Indonesia.
5.
Pendidikan harus mampu menciptakan
peserta didik yang dapat memberikan keadilan sosial bagi lingkungan yang
ditempatinya.
D.
Pendidikan Nasional Sesuai Pemikiran Ki
Hadjar Dewantara
Menurut Ki Hadjar Dewantara
pendidikan yang mengena kepada bangsa Timur adalah pendidikan yang humanis,
kerakyatan, dan kebangsaan. Tiga hal inilah dasar jiwa KHD untuk mendidik
bangsa dan mengarahkannya kepada politik pembebasan atau kemerdekaan.
Pengalaman yang diperoleh dalam mendalami pendidikan yang humanis ini dengan
menggabungkan model sekolah Maria Montessori (Italia) dan Rabindranath Tagore
(India). Menurut KHD dua sistem pendidikan yang dilakukan dua tokoh pendidik
ini sangat cocok untuk sistem pendidikan bumiputra. Lalu dari mengadaptasi dua
sistim pendidikan itu KHD menemukan istilah yang harus dipatuhi dan menjadi
karakter, yaitu Patrap Guru, atau tingkah laku guru yang menjadi panutan
murid-murid dan masyarakat (Ki Hadjar Dewantara, 1952: 107-115).
Perilaku guru dalam mendidik murid
atau anak bangsa menjadi pegangan dan modal utama sehingga KHD menciptakan
istilah yang kemudian sangat terkenal, yaitu :
· Ing ngarsa
sung tulada (di muka memberi contoh).
· Ing madya
mangun karsa (di tengah membangun cita-cita).
· Tut wuri
handayani (mengikuti dan mendukungnya).
Pemahaman
akan pokok pikiran Ki Hadjar Dewantara bahwa upaya pendidikan harus sesuai
dengan kodrat keadaan yaitu kodrat alam dan kodrat zaman. Mendidik sesuai
kodrat alam dan kodrat zaman menjadikan pendidikan selalu bersifat kontekstual,
tidak saja menyesuaikan peserta didik, namun juga latar belakang sosial budaya
dan perkembangan zaman. Pokok pikiran Ki Hadjar Dewantara ini sejalan dengan
apa yang disampaikan Ali Bin Abu Thalib: “Didiklah anak sesuai dengan zamannya
karena mereka hidup pada zamannya bukan pada zamanmu”. Dalam hal ini konsep
pendidikan yang diusung oleh Ki Hadjar Dewantara adalah pendidikan yang
berpihak pada anak.
E.
Aksi
Nyata - Filsafat Pancasila dan Pemikiran Ki Hajar Dewantara sebagai Landasan
Pendidikan Nasional
1.
Bagaimana
rancangan pembelajaran yang Bapak/Ibu susun secara konkret mewujudkan prinsip
pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menurut Ki Hadjar Dewantara?
Jelaskan langkah-langkah spesifik yang Bapak/Ibu ambil.
Rancangan
pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, menurut Ki Hadjar Dewantara,
menekankan pada “Menuntun” Peserta didik sesuai dengan “Kodrat Alam dan Kodrat
Zaman”, serta memerdekakan merekan untuk belajar. Langkah konretnya melibatkan
pembelajaran yang aktif, efektif dan berpusat pada pengalaman serta minat peserta
didik serta guru sebagai fasilitator.
Langkah-langkah spesifik yang saya ambil :
1.
Asesmen Diagnostik awal
Untuk
mengetahui gaya belajar peserta didik, latar belakang sosial, dan kebutuhan
khusus peserta didik.
2. Orientasi dan motivasi
-
Menciptakan suasana kelas
yang menyenangkan dan kondusif.
-
Mengawali pembelajaran
dengan cerita atau gambar diri peserta didik agar mereka merasa terhubung
dengan materi.
-
Mengaitkan materi
pembelajaran dengan pengalaman sehari-hari peserta didik.
-
Menjelaskan tujuan
pembelajaran dan manfaatnya bagi peserta didik.
3. Eksplorasi dan pengembangan
-
Memberikan pertanyaan
pemantik untuk merangsang pemikiran kritis peserta didik.
-
Memfasilitasi peserta didik
dalam kegiatan diskusi kelompok.
-
Memberikan kesempatan
kepada peserta didik untuk melakukan penelitian sederhana atau proyek.
-
Mendorong peserta didik
untuk mengeksplorasi berbagai sumber belajar.
4. Refleksi dan evaluasi
-
Memberikan kesempatan
kepada peserta didik untuk merefleksikan proses pembelajaran yang telah mereka
lalui.
-
Memberikan umpan balik yang
konstruktif kepada peserta didik.
-
Menggunakan berbagai teknik
asesmen yang relevan dengan materi pembelajaran
|
Nama Satuan Pendidikan Kelas Mata Pelajaran Materi Pokok Model dan Strategi Pembelajaran Pendekatan Fase Alokasi Waktu |
: : : : : : : : : : |
Wina Piola, S.Pd SDN 18 BOLANGITANG BARAT III (Tiga) Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Lingkungan Hidup Pembelajaran Berdiferensiasi, Kolaborasi dan Problem-Based Learning Kontekstual B 2 x 35 menit (1 Pertemuan) |
|
|
Capaian Pembelajaran |
|
|
|
|
|
|||
|
|
|||
|
Tujuan Pembelajaran |
|
|
|
|
|
|||
|
|
|||
|
Kegiatan Pembelajaran |
|
|
|
|
1.
Pendahuluan (10 Menit) |
|
|
|
|
Ø Guru
mengucapkan salam dan menanyakan kabar. Ø Guru
mengajak peserta didik untuk berdo'a dan dipimpin salah satu peserta didik. Ø Guru
mengajak peserta didik menyanyikan lagu Indonesia Raya. Ø Guru
mengecek kehadiran peserta didik Ø Guru
mengajak peserta didik untuk melakukan ice breaking. Ø Guru
memberika apersepsi dengan mengingatkan kembali materi sebelumnya. Ø Guru
memberikan pertanyaan pemantik tentang hubungan alam dan manusia. Seperti : “Untuk
menciptakan lingkungan yang asri dan sehat, hal positif apa yang dapat kita
lakukan?” Ø Guru
menyampaikan tujuan pembelajaran. |
|||
|
|
|
|
|
|
2. Kegiatan Inti (50 Menit) |
|
|
|
|
Ø Guru
membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok kecil. Ø Guru
menampilkan media pembelajaran berupa gambar atau video tentang pencemaran
lingkungan. Sesuai dengan lingkungan sekitar peserta didik. Ø Peserta
didik mengamati gambar dan video yang ditayangkan oleh guru. Ø Peserta didik mendiskusikan
hasil pembelajaran yang di tampilkan lewat media gambar dan video. Ø Peserta didik
mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas. Ø Guru memfasilitasi
prensentasi sebagai moderator. Ø Guru memberikan kesempatan
kepada peserta didik untuk bereksplorasi sesuai dengan keinginan
masing-masing peserta didik. Ø Peserta didik memberikan
umpan balik terkait cara melestarikan lingkungan hidup. Ø Guru memberikan penguatan
kepada setiap kelompok presentasi, seperti penjelasan yang menumbuhkan rasa
cinta dan tanggung jawab peserta didik terhadap lingkungan. |
|||
|
|
|
|
|
|
3.
Penutup (10 Menit) |
|
|
|
|
Ø Dengan
bimbingan guru, peserta didik membuat refleksi tentang materi yang telah di
pelajari. Ø Dengan
bimbingan guru, peserta didik membuat kesimpulan dengan mengaitkan materi pembelajaran kedalam pengalaman
kehidupan sehari-hari. Ø Guru
memberikan motivasi, menegaskan kembali tentang pentingnya peduli lingkungan
dan cara melestarikan lingkungan. Ø Guru
mengakhiri pembelajaran dengan mengajak peserta didik untuk berdo'a yang
dipimpin oleh salah satu peserta didik, dan memberikan salam. |
|||
2.
Pokok-pokok pikiran Ki Hadjar Dewantara mana saja yang secara eksplisit
Bapak/Ibu terapkan dalam rancangan pembelajaran ini? Berikan contoh bagaimana
penerapan tersebut terlihat dalam kegiatan pembelajaran
Pokok-pokok pikiran Ki Hadjar Dewantara yang saya terapkan
dalam rancangan pembelejaran yaitu:
a. Pendidikan Budi Pekerti
Contoh penerapan dalam
kegiatan pembelajaran :
Dalam diskusi kelompok guru
membantu peserta didik agar berperilaku baik saat diskusi, menghargai sesama,
bertutur kata yang sopan, santun dan lembut, berpenampilan rapi dan sopan, serta
menunjukkan perbuatan yang bertanggung jawab.
b. Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri
Handayani
Contoh penerapan dalam
kegiatan pembelajaran :
-
Guru membimbing siswa agar
berperilaku baik, menjadi contoh teladan dan menjadi panutan (Ing Ngarso Sung
Tulodo).
-
Guru dapat menciptakan
suasana belajar yang menyenangkan dan mendorong siswa untuk aktif dalam proses
pembelajaran (Ing Madya Mangun Karsa).
-
Guru memberikan dukungan
dan motivasi, agar peserta didik dapat mengembangkan potensi diri (Tut Wuri
Handayani).
c. Pendidikan Sesuai Kodrat Keadaan
Contoh penerapan dalam
kegiatan pembelajaran :
-
Guru menyesuaikan materi
pendidikan dan strategi belajar dengan lingkungan tempat siswa tumbuh dan
berkembang termasuk lingkungan sosial budaya.
-
Guru membekali peserta
didik dengan keterampilan berfikir kritis, aktif, kreatif, komunikasi,
kolaborasi yang relevan dengan tuntutan zaman.
-
Guru dapan memanfaatkan
teknologi untuk mendukung pembelajaran yang berbasis digital.
d. Asas Trikon
Contoh penerapan dalam
kegiatan pembelajaran :
1. Kontinyu
Guru melakukan pembelajaran
yang saling berkaitan antara satu topik ke topik yang lain, memastikan siswa
memahami konsep secara bertahap dan mendalam.
2. Konvergen
Guru menggabungkan berbagai
sumber belajar, baik dari buku, internet, pengalaman pribadi maupun narasumber
dari luar. Siswa di ajak untuk melihat keterkaitan antara berbagai sumber
tersebut dan mengambil manfaat dari berbagai perspektif.
3. Konsentris
Guru mengaitkan materi atau
topik pembelajaran dengan budaya lokal dan nilai-nilai luhur bangsa. Siswa
diajak untuk menggali kearifan lokal dan menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari.
e. Pendidkan Secara Kontekstual
Contoh penerapan dalam
kegiatan pembelajaran :
Guru mengaitkan materi
pembelajaran dengan lingkungan, tempat tinggal dan kehidupan nyata peserta
didik.
3.
Strategi atau metode pembelajaran apa yang Bapak/Ibu pilih untuk
mengakomodasi keberagaman kebutuhan dan karakteristik peserta didik dalam
rancangan ini? Mengapa Bapak/Ibu memilih strategi tersebut?
Strategi atau metode pembelajaran yang saya ambil
untuk mengakomodasi keberagaman kebutuhan, karakteristik peserta didik yaitu :
Ø Metode pembelajaran berdiferensiasi
Ø Kolaborasi
Ø Pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning)
Alasan saya memilih kedua strategi
tersebut, karena saya merasa dapat memberi ruang bagi setiap peserta didik
untuk berpartisipasi aktif sesuai dengan gaya belajarnya. Mendorong kolaborasi
dalam kerja kelompok yang heterogen secara kemampuan, latar belakang dan minat
masinga-masing. Memudahkan pembelajaran secara inklusif, terutama bagi peserta
didik yang berkebutuhan khusus atau tantangan belajar lainnya.
F.
Refleksi
1.
Setelah
menyusun rancangan pembelajaran ini, pemahaman baru apa yang Bapak/Ibu dapatkan
mengenai konsep pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan relevansinya
dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara?
Pemahaman yang saya dapatkan setelah menyusun rancangan
pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, sangat penting bagi seorang guru
untuk mengetahui terlebih dahulu terkait sifat dan lingkungan pesera didik
berada. Dengan begitu peserta didik dapat berkembang dangan karakter sesuai
dengan lingkugan yang ada disekitarnya.
Dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara sebagai landasan guru
untuk menyusun rancangan pembelajaran menyadarkan bahwa pembelajaran harus
relevan dengan kehidupan nyata peserta didik dan memberikan ruang bagi peserta
didik untuk bereksplorasi, berfikir kritis dan mengembangkan potensi diri.
2.
Tantangan
apa saja yang Bapak/Ibu hadapi saat menyusun rancangan pembelajaran ini?
Bagaimana Bapak/Ibu mengatasi tantangan tersebut?
Tantangan yang saya hadapi dalam menyusun rancangan
pembelajaran adalah menyesuaikan materi pembelejaran dengan metode pembelajaran
bagaimana agar lebih menarik, menyenangkan dan mudah dipahami oleh siswa SD
serta menjaga fokus dan antusias peserta didik selama proses pembelajaran.
Cara saya mengatasi tantangan tersebut yaitu dengan mebuat
gambar dan video yang menarik agar tidak membosanka, serta melakukan diskusi
kelompok yang interaktif, agar peserta didik aktif dan termotifasi.
3.
Bagaimana
rancangan pembelajaran yang Bapak/Ibu susun ini dapat berkontribusi pada
peningkatan kualitas pembelajaran di kelas Bapak/Ibu
Rancangan pembelajaran yang di susun dapat berkontribusi
pada peningkatan kualitas peserta didik dilakukan dengan perencanaan yang
matang, menentukan metode pembelajaran yang sesuai dengan minat peserta didik,
memanffatkan media pembelajaran yang inovatif serta melakukan evaluasi yang
berkelanjutan.
Agar peserta didik lebih aktif dan termotifasi maka pendidik
harus bisa menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, efektif, menarik dan
menyenangkan.
G.
Dokumentasi
|
§ Umpan
Balik Rekan Sejawat |
|
|
|
|
|
Ibu Fatmin Van Gobel, S.Pd Selaku
kepala sekolah Saya
menghimbau bahwa aksi nyata yang ibu buat, memang sangat perlu dilakukan
dalam proses pembelajaran. Karena dengan kita menerapkan pembelajaran sesuai
dengan kodrat alam dan kodrad zaman maka peserta didik akan lebih tertarik
belajar mengenal lingkungan di sekitar mereka, sehingga mereka tidak akan
bisa melupakan atau meninggalkan budaya sosial dan adat istiadat mereka
sendiri. |
|
|
|
Ibu Farhain Tonote, S.Pd.I Menurut
saya pendidikan nasional yang sesuai dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara
memang perlu di terapkan di setiap mata pelajaran. Kerena pembelajaran sesuai
dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara memiliki ketertarikan tersendiri bagi
peserta didik. Contohnya dalam pelajaran seni kita bisa menerapkan budaya
seni yang ada dilingkungan tempat mereka tinggal. |
|
|
|
Ibu Yuliana Pontoh,
S.Pd Menurut
saya memang semestinya menerapkan pembelajaran yang berfokus pada peserta
didik. Sehingga kita sebagai pendidik lebih memperhatikan keinginan dan minat
belajr masing-masing peserta didik. |
|
§ Umpan
Balik Peserta Didik |
|
|
|
|
|
Bilal Van Gobel : Saya
senang belajar pembelajaran yang di lakukan diluar kelas. Seperti pada
pembelajan yang biasa di istilahkan dengan jumat bersih dan jumat sedekah. |
|
|
|
Raka Van Gobel : Saya
senang belajar sambil mempraktekaannya. Contohnya pada pembelajaran IPAS.
Seperti menjaga kebersihan dan memanfaatkan sampah plastik. Karena dengan
belajar sambil bermain membuat saya sangat tertarik dan mengulang hal
tersebut di rumah. |
|
Dokumentasi |
||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|





















